BOGOR | MITRA BANTEN NEWS – Warga RT 04/RW 18 Duta Mekar Asri, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan halal bihalal dalam suasana Bulan Syawal, Sabtu (11/4/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB usai Salat Ba’diyah Isya ini berlangsung di pelataran Pos Utama, Jalan Blok B RT 04/RW 18.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan Grup Hadroh Soutul Badar dari Villa Dayeuh Cileungsi, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qori Muhammad Rizieq, sambutan, tausiah oleh Ustadz Ujang Rifa’i, doa bersama, saling bersalaman, foto bersama, hingga ramah tamah dan makan bersama.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh warga RT 04/RW 18, serta Ketua RW 18 Taupick dan Ketua RT 03/RW 18 Zul.
Ketua RT 04/RW 18, Kelana Muda, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada warga yang tetap hadir meski acara berlangsung di tengah hujan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang tetap hadir. Walaupun hujan, semangat kebersamaan kita tidak surut,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan halal bihalal ini telah tiga tahun berturut-turut digelar dalam kondisi hujan, yang dimaknai sebagai bentuk keberkahan.
“Selama tiga tahun berturut-turut kegiatan ini diguyur hujan. Kami meyakini ini sebagai keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.
Pada momentum tersebut, Kelana Muda juga mengajak warga untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan.
“Ini adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan dapat kembali bertemu pada halal bihalal tahun depan,” tuturnya.
Ketua panitia, Ariek Wahyudi, turut mengapresiasi partisipasi warga dalam menyukseskan acara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah berkontribusi. Semoga kegiatan ini semakin mempererat tali silaturahmi di lingkungan kita,” ujarnya.
Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustadz Ujang Rifa’i menyampaikan empat ciri orang bertakwa pasca-Ramadhan. Pertama, tetap gemar berinfak dalam kondisi lapang maupun sempit. Kedua, mampu menahan amarah. Ketiga, mudah memaafkan sesama. Dan keempat, senantiasa bertaubat kepada Allah SWT.
Ia juga mengutip hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, bahwa kekuatan sejati seseorang terletak pada kemampuannya mengendalikan amarah.
Kegiatan halal bihalal ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan nilai saling memaafkan di tengah masyarakat.

























































































