PATI | MITRA BANTEN NEWS – Peringatan Hari Kartini tidak lagi dimaknai sekadar simbol emansipasi perempuan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi refleksi atas ketangguhan, keberanian berpikir terbuka, serta semangat pantang menyerah perempuan Indonesia di tengah keterbatasan, termasuk di wilayah pesisir.
Semangat tersebut tercermin dari sosok Ibu Eko Purwanti, nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Pati. Ia berhasil mengembangkan usaha rengginang berbahan olahan laut serta jasa katering. Dari usaha yang dirintis secara sederhana, Ibu Eko tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi lingkungan sekitar.
Dalam kesehariannya, Ibu Eko aktif terlibat dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian gizi. Ia juga memberdayakan ibu-ibu di wilayah pesisir untuk turut memproduksi rengginang olahan laut, sehingga membuka peluang penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar.
“Saya berharap usaha ini bisa terus berjalan, bukan hanya untuk menghidupi keluarga, tetapi juga agar ibu-ibu di sekitar bisa ikut merasakan memiliki penghasilan. Pelan-pelan kita saling menguatkan dan maju bersama,” ujar Ibu Eko.
Kehadiran Ibu Eko di tengah masyarakat tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai penggerak perubahan. Melalui pendekatan klasterisasi usaha berbasis hasil olahan laut, ia mendorong kebersamaan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi komunitas.
Upaya pemberdayaan tersebut sejalan dengan komitmen PNM dalam mendampingi perempuan melalui tiga aspek utama, yakni peningkatan kapasitas intelektual melalui pelatihan usaha, dukungan finansial melalui akses pembiayaan, serta penguatan sosial melalui pembinaan kelompok. Hingga saat ini, PNM telah melayani lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan di seluruh Indonesia.
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan di wilayah pesisir merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas.
“Kami hadir untuk mendampingi ibu-ibu di pesisir agar tumbuh dan berdaya. Melalui usaha olahan laut, mereka tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu memberdayakan sesama,” ujarnya.
Kisah Ibu Eko menjadi bukti bahwa semangat Kartini terus hidup dalam langkah perempuan masa kini. Dengan keberanian untuk mencoba, berbagi, dan saling menguatkan, perempuan Indonesia mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
(Kelana Peterson)

























































































