CIANJUR | MITRA BANTEN NEWS — Dugaan tindak kekerasan yang melibatkan Kepala Desa Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Budi Rahman, menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Minggu, 5 April 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, di Aula Desa Sukaraharja, saat berlangsung kegiatan pembinaan masyarakat.
Korban, Ardiansah alias Dion, merupakan warga setempat yang dikenal aktif sebagai vlogger dan kerap menyampaikan kritik di media sosial terkait kondisi infrastruktur desa. Salah satu yang disorot adalah jalan poros desa sepanjang belasan kilometer yang disebut dalam kondisi rusak parah.
Menurut keterangan Dion, insiden bermula saat dirinya menghadiri kegiatan pembinaan masyarakat yang juga membahas kasus pencurian padi serta sosialisasi bahaya narkoba. Dion mengaku sempat membeli padi dari seseorang yang tidak dikenal, yang kemudian diketahui merupakan hasil curian milik warga.
Permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Dion mengganti kerugian dalam bentuk uang tunai karena padi sudah diolah menjadi beras. Kesepakatan itu juga dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai.
Namun, situasi berubah ketika Kepala Desa diduga mempertanyakan kehadiran Dion di desa. Saat itu, Dion menjelaskan bahwa dirinya pulang sekitar satu minggu sebelum Lebaran dan tidak memiliki persoalan pribadi maupun niat buruk.
Meski demikian, Dion menuturkan bahwa secara tiba-tiba dirinya didatangi oleh Budi Rahman saat sedang duduk. Ia mengaku mengalami tindakan fisik berupa dipiting dari belakang, ditarik bajunya, serta dicekram bagian mulutnya di hadapan peserta forum.
Menanggapi laporan tersebut, pihak Kecamatan Kadupandak melalui Sekretaris Kecamatan, Mumun Hamudin, S.H., M.M., menyatakan akan segera memanggil kepala desa guna melakukan klarifikasi.
“Kami akan memanggil kepala desa dan berupaya menyelesaikan permasalahan ini melalui pendekatan kekeluargaan,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Budi Rahman belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat maupun panggilan telepon belum mendapatkan respons.
Pihak pelapor berharap kasus ini dapat segera diselesaikan, dengan harapan penyelesaian dapat dilakukan secepatnya. Dugaan kekerasan yang melibatkan aparat pemerintahan desa ini pun kini menjadi perhatian masyarakat luas.

























































































