Oleh : Ririn Desviana Rohim
Mahasiswa ilmu komunikasi / Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
SERANG | MITRA BANTEN NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Kelompok 73 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar sosialisasi program digitalisasi desa melalui peluncuran website resmi dan akun Instagram Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Bendung, Selasa (27/1/2026).
Program digitalisasi desa ini bertujuan membantu Pemerintah Desa Bendung dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik serta mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan dan informasi desa secara digital.
Website resmi Desa Bendung memuat profil desa, struktur pemerintahan, program kerja, potensi desa, serta informasi pelayanan administrasi. Sementara akun Instagram resmi desa, @desabendung.tanara, difungsikan sebagai media penyampaian informasi, pengumuman, dan dokumentasi kegiatan desa secara interaktif.
Perwakilan Mahasiswa KKM 73 Untirta, Satria Nurtias, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung transformasi digital di tingkat desa.
“Melalui pemanfaatan website dan media sosial, kami berharap informasi desa dapat tersampaikan secara lebih luas, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat,” ujarnya.
Kepala Desa Bendung, Maksum, menyambut baik inisiatif digitalisasi desa yang dilakukan oleh mahasiswa KKM Untirta. Menurutnya, keberadaan website dan media sosial desa akan meningkatkan kualitas pelayanan informasi serta mendukung transparansi pemerintahan desa.
“Website Desa Bendung ini sangat bermanfaat untuk memperkenalkan produk UMKM, potensi desa, budaya, serta kegiatan yang ada di Desa Bendung. Masyarakat kini lebih mudah mengakses informasi layanan administrasi dan program pembangunan desa,” kata Maksum.
Ia menambahkan, website tersebut menjadi media promosi resmi pertama bagi Desa Bendung untuk memperkenalkan potensi lokal, termasuk sejarah dan kebudayaan desa, ke tingkat yang lebih luas.
“Ini merupakan pertama kalinya Desa Bendung memiliki website resmi. Sebelumnya, informasi desa masih disampaikan secara manual atau melalui media sosial yang tidak terintegrasi,” jelasnya.
Ketua Kelompok KKM 73 Untirta, Satria Nurtias, menjelaskan bahwa pembuatan website dan akun Instagram desa dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat akan akses informasi yang cepat dan mudah.
“Kami melihat desa membutuhkan media informasi yang modern. Setelah berdiskusi dengan pemerintah desa, pembuatan website dan media sosial resmi ditetapkan sebagai program kerja utama,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh mahasiswa KKM 73 lainnya, Ririn dan Dani. Mereka menyebutkan bahwa peluncuran website dan Instagram desa merupakan langkah awal dalam membangun pengelolaan informasi digital yang berkelanjutan.
“Desa Bendung memiliki banyak potensi lokal yang perlu dipublikasikan. Website dan Instagram ini diharapkan menjadi fondasi komunikasi yang efektif antara pemerintah desa dan masyarakat,” ungkap mereka.
Dengan adanya sosialisasi digitalisasi desa serta peluncuran website dan akun Instagram resmi, diharapkan masyarakat Desa Bendung dapat semakin memahami dan memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Program ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong percepatan transformasi digital di tingkat desa.

























































































