TANGERANG | MITRA BANTEN NEWS – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang mengoptimalkan pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui penguatan kegiatan kerohanian selama bulan suci Ramadan. Program ini menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam membentuk karakter dan meningkatkan keimanan warga binaan sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Kegiatan Ramadan tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama Kota Tangerang, khususnya dalam penyediaan penyuluh agama dan penguatan materi pembinaan. Sinergi ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan terarah, terukur, dan memberikan dampak pembinaan yang optimal.
Rangkaian ibadah dilaksanakan setiap malam di Masjid Baitussalam Lapas Kelas I Tangerang. Kegiatan diawali dengan salat Isya berjamaah, dilanjutkan kultum (kuliah tujuh menit), salat tarawih, hingga tadarus Al-Qur’an. Seluruh kegiatan berlangsung dengan pendampingan petugas pemasyarakatan serta penyuluh agama.
Untuk menjaga ketertiban dan keamanan, warga binaan Muslim mengikuti ibadah secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Skema tersebut diterapkan agar seluruh warga binaan tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tertib.
Pada salah satu kegiatan, kultum disampaikan Ustaz Sahardi dari Kementerian Agama Kota Tangerang. Dalam tausiah tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan iman dan perbaikan akhlak sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, mengatakan Ramadan merupakan momentum strategis dalam memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan.
“Ramadan kami maksimalkan sebagai ruang pembinaan spiritual yang lebih intensif. Melalui kegiatan ibadah yang terstruktur, kami mendorong warga binaan untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun kesadaran diri sebagai bekal kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Narapidana, Dwi Fu’ad Jamali, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang berkelanjutan selama Ramadan.
“Kami memastikan pembinaan rohani berjalan sistematis dan inklusif. Melalui salat berjamaah, kultum, dan tadarus, diharapkan terjadi penguatan akhlak dan mental spiritual warga binaan secara nyata,” katanya.
Salah satu warga binaan berinisial A mengaku kegiatan Ramadan memberikan dampak positif selama menjalani masa pidana. Ia merasa lebih tenang dan termotivasi untuk memperbaiki diri melalui ibadah berjamaah.
Melalui penguatan pembinaan kerohanian selama Ramadan, Lapas Kelas I Tangerang menegaskan komitmennya menghadirkan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berdampak, serta mendorong warga binaan menjadi pribadi yang lebih religius dan siap kembali secara produktif di tengah masyarakat.

























































































