JAKARTA | MITRA BANTEN NEWS — Ikatan Keluarga Besar Betawi (IKB) bersama Budayantara menggelar silaturahmi budaya di kawasan Srengseng, Jakarta Barat, Sabtu (25/4/2026) malam. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi menjelang peringatan Milad ke-25 IKB.
Acara berlangsung hangat dan dihadiri para pengurus serta tokoh budaya Betawi. Dalam forum tersebut, peserta membahas sejumlah program kerja, mulai dari penguatan jejaring budaya, peningkatan peran generasi muda, hingga upaya memperkenalkan budaya Betawi ke tingkat yang lebih luas.
Ketua Umum IKB, H. Jayadih, HR., SE, menegaskan bahwa Milad ke-25 harus menjadi momentum kebangkitan organisasi.
“Milad ke-25 ini bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi titik penguatan peran IKB dalam melestarikan budaya Betawi sekaligus mendorongnya lebih dikenal di tingkat global. Kolaborasi menjadi kunci utama,” ujar Jayadih.
Silaturahmi ini mengusung tema “Menuju Milad ke-25 IKB: Bersatu dalam Budaya, Bergerak untuk Nusantara.” Selain sebagai ajang kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi untuk merancang program yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Founder Budayantara Network, Masdjo Arifin, menyatakan pihaknya siap mendukung langkah IKB dalam memperluas jejaring budaya hingga ke tingkat global.
“Kami melihat potensi besar budaya Betawi untuk tampil di panggung dunia. Kolaborasi ini diharapkan mampu membangun ekosistem budaya yang saling terhubung, sehingga pelestarian tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga berdampak global,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga menegaskan komitmen untuk terus melestarikan budaya Betawi melalui berbagai kegiatan, seperti festival budaya, edukasi seni tradisional, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi.
Milad ke-25 IKB diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran organisasi di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan semangat kolaborasi, silaturahmi ini menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama berkelanjutan untuk menduniakan budaya Betawi sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara. (Kelana Peterson)

























































































