PANDEGLANG | MITRA BANTEN NEWS – Insiden kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu kondisi jalan rusak di wilayah Gardu Tanjak, Kabupaten Pandeglang, menuai sorotan dari Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS). Ketua Umum GMAKS, Saeful Bahri, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan kelalaian penyelenggara jalan dalam peristiwa tersebut.
Saeful meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui jajaran di bawahnya segera melakukan penyelidikan menyeluruh. Ia menilai, apabila benar kecelakaan tersebut disebabkan oleh kerusakan jalan yang tidak segera diperbaiki, maka ada tanggung jawab hukum yang harus ditegakkan.
“Kami meminta Kapolri memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dugaan kelalaian ini. Jangan sampai keselamatan masyarakat terabaikan akibat infrastruktur yang tidak layak,” ujar Saeful dalam keterangan tertulis yang diterima media, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, kondisi jalan rusak yang dibiarkan tanpa penanganan cepat dapat melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Ia merujuk pada Pasal 273 yang mengatur sanksi pidana bagi penyelenggara jalan apabila kerusakan jalan yang tidak segera diperbaiki mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, baik menimbulkan luka ringan, luka berat, maupun korban jiwa.
Saeful menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan tidak tebang pilih. “Jika masyarakat yang melanggar aturan lalu lintas dapat langsung ditindak, maka penyelenggara jalan yang lalai hingga menimbulkan korban juga harus diproses sesuai ketentuan hukum,” katanya.
Selain meminta aparat kepolisian bertindak, GMAKS juga menyoroti belum adanya pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Banten terkait insiden tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten mengenai kondisi jalan di lokasi kejadian maupun langkah penanganannya.
GMAKS turut meminta Gubernur Banten melakukan evaluasi terhadap pejabat terkait apabila terbukti terjadi kelalaian dalam pelaksanaan tugas pemeliharaan jalan.
Peristiwa kecelakaan di Gardu Tanjak tersebut kini menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap adanya penanganan cepat terhadap kerusakan jalan serta proses hukum yang transparan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

























































































