SERANG | MITRA BANTEN NEWS – Sebuah keluarga di Kampung Jelupang Wetan RT/RW 05/02, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, hidup dalam kondisi memprihatinkan. Sebanyak sembilan orang terpaksa menghuni rumah sempit yang sudah tidak layak, bahkan sebagian bangunannya dilaporkan telah roboh.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi rumah tampak rapuh dengan dinding dari material sederhana yang telah lapuk dimakan usia. Kerusakan cukup parah terlihat pada bagian bangunan yang sudah ambruk, sehingga menyisakan ruang terbatas bagi penghuni untuk beraktivitas.
Selain itu, atap rumah yang tidak lagi kokoh kerap mengalami kebocoran saat hujan. Penghuni harus menaruh ember dan wadah di beberapa titik untuk menampung air yang masuk ke dalam rumah.
Kondisi di bagian dalam rumah juga tidak kalah memprihatinkan. Ruangan yang sempit dipenuhi barang-barang seadanya, dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang minim. Lantai yang lembap serta keterbatasan kebersihan turut meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi para penghuni, terutama anak-anak dan lanjut usia.
Dari total sembilan penghuni, dua di antaranya merupakan lansia. Salah seorang lansia dilaporkan dalam kondisi sakit dan hanya bisa terbaring tanpa penanganan medis yang memadai, sehingga menambah beban keluarga.
Pemilik rumah, Kusnadi, diketahui bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Ia bersama keluarganya telah menempati rumah tersebut selama lebih dari satu dekade dalam kondisi yang jauh dari kata layak.
Ironisnya, kondisi rumah tersebut sebelumnya telah mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Pemerintah Desa Sindangheula, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Serang, Perkim Provinsi Banten, hingga Kementerian Sosial disebut pernah melakukan survei ke lokasi. Namun hingga kini, keluarga tersebut belum merasakan adanya tindak lanjut nyata.
Kondisi ini memicu keprihatinan warga sekitar. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, baik melalui program perbaikan rumah tidak layak huni maupun bantuan sosial lainnya.
Selain itu, perhatian khusus juga diharapkan bagi lansia yang sakit agar mendapatkan penanganan medis yang layak. Warga berharap adanya kolaborasi berbagai pihak untuk membantu keluarga tersebut keluar dari kondisi keterbatasan.
Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa masih terdapat masyarakat di Kabupaten Serang yang hidup dalam kondisi ekstrem dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah serta pihak terkait.

























































































