BANDUNG | MITRA BANTEN NEWS – Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jawa Barat merealisasikan program renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi dua warga di Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Selasa (24/2/2026).
Dua rumah yang direnovasi masing-masing milik Nenek Jua (92) dan Suherman (56), petani jagung binaan. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian institusi kepolisian terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya petani yang terlibat dalam program pembinaan ketahanan pangan.
Kepala Biro SDM Polda Jawa Barat, Kombes Pol Fadly Samad, mengatakan bantuan bedah rutilahu ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani binaan, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga kelayakan tempat tinggal.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan para petani binaan memiliki hunian yang layak sehingga dapat menjalankan aktivitas pertanian dengan lebih optimal,” ujar Fadly.
Ia memastikan rumah yang direnovasi berdiri di atas tanah milik pribadi penerima bantuan. Sebelum pelaksanaan pembangunan, jajaran Biro SDM terlebih dahulu berkoordinasi dengan perangkat desa, mulai dari RT, RW hingga kepala desa setempat. Koordinasi dilakukan untuk membahas desain bangunan, kebutuhan material, serta estimasi anggaran agar pelaksanaan tepat sasaran dan transparan.
Selama proses renovasi, penghuni rumah untuk sementara waktu diungsikan demi keselamatan. Perbaikan dilakukan secara menyeluruh, mencakup pembenahan struktur bangunan, atap, dinding, hingga fasilitas dasar. Pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu.
Didampingi Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, Fadly menegaskan program ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan kepada petani binaan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat secara menyeluruh.
Program bedah rutilahu ini sekaligus menjadi dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah. Dengan kondisi hunian yang lebih layak, para petani diharapkan dapat lebih fokus dan produktif dalam mengelola lahan pertanian.
Selain memberikan manfaat langsung kepada penerima bantuan, kegiatan tersebut juga memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan pelayanan yang humanis. Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan terpadu yang mengintegrasikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

























































































